Senin, 26 Juni 2017

Jangan Jadikan Nilai Prioritas!




Hai, tidak terasa lebaran telah tiba. Artinya bagi para pelajar akan segera kembali masuk ke sekolah untuk tahun ajaran yang baru. Sebelumnya aku mau mengucapkan selamat hari raya idul fitri pada teman-teman, mohon maaf lahir dan batin. Akhirnya aku bisa menulis artikel lagi di blog ini setelah vakum lebih dari satu bulan.

Pada kesempatan kali ini aku ingin share sebuah opini dari pengalaman yang kudapatkan. Banyak hal yang akhirnya aku sadari atau telah lama aku sadari setelah pengambilan nilai raport kemarin. Mungkin bagi banyak orang, sangat menantikan hasil dari raport. Mereka penasaran dengan hasil akhir dari perjuangan selama satu semester mereka. Lalu jika kalian sudah tahu hasil raport kalian, bagaimana tanggapan kalian?

Jujur saja, aku sendiri sangat kecewa dengan hasil raportku. Sebab alasannya yang sama dengan kebanyakan orang, peringkat kelas jelek. Walaupun kebanyakan nilaiku naik, tapi entah kenapa rankingku turun. Penyebabnya ya banyak seperti malas belajar, tidak mengumpulkan tugas, teman-teman lainnya nilainya lebih bagus, dll. Baru mulai dari sini akan banyak penyesalan, true story.

Banyak yang berpikir untuk berusaha lebih baik lagi. Ada yang mau meningkatkan belajar, ada juga yang harus berpikir mencontek lebih giat lagi. tapi pada akhirnya terus menunda-nunda waktu hingga akhirnya tidak jadi. Banyak yang terlalu berpikir hal seperti itu hingga lupa apa yang sebenarnya harus diperbaiki. Kenapa peringkat bisa jelek, di bagian apa yang kira-kira kurang. Ya, yang seharusnya dilakukan adalah evaluasi diri baru berniat nemperbaiki segala kekurangan yang membuat nilai kamu jelek. Aku sendiri belum sepenuhnya mampu melakukan hal tersebut, shit.

Dan lalu untuk kalian yang mendapat peringkat bagus, apa yang kalian rasakan? Sangat puas, atau justru merasa bersalah karena apa yang kalian dapatkan bukan murni hasil yang kaliav capai sendiri. Begini, aku merasa banyak pelajar Indonesia yang lebih mementingkan nilai alias reputasi daripada proses belajar dan banyak hal yang lainnya. Itulah penyebab banyak siswa melakukan cara kotor utamanya saat ujian. Akhirnya hal tersebut menjadi kebiasaan sehari-hari.

Marilah teman-teman, kita berusaha menjadi pelajar yang baik. Bersainglah secara sehat dengan yang lainnya untuk pencapaian yang lebih baik. Nilai yang kalian dapat dari mencontek nggak akan membantu kalian di masa depan, kalau sekarang iya. Tapi kan yang paling penting itu prospek jangka panjang. Aku di sini bukannya sok suci teman-teman yang suka mencontek. Bukalah pikiranmu dan jangan berpikir dangkal. Jangan melampaui batas kalian dengan jalan yang salah. Jika kita semua bisa bersungguh-sungguh, hasil akhir tidak akan pernah membohongi kita. Salam pelajar untuk Indonesia yang lebih baik.




.

Categories:

30 komentar:

  1. Memang dengan menjadi peringkat 1 kita merasakan kepuasan dan kebanggan tersendiri gan.. apalagi untuk hal baik.. tentu ini juga bisa membuat orang tua bangga..

    BalasHapus
  2. bener banget tuh, gw yg nilainya pas2an waktu smk aja bisa keerja di kantor besar intinya nilai gk jadi patokan

    BalasHapus
  3. Jangan terlalu terobsesi dengan nilai, takutnya kalian akan lupa estimasi dari belajar itu sendiri. TERE LIYE

    BalasHapus
  4. Memang sigan nilai itu selalu saja ditergetkan orang tua tapikan kemampuan anak berbada beda maksih gan infonya

    BalasHapus
  5. Memang sigan nilai itu selalu saja ditergetkan orang tua tapikan kemampuan anak berbada beda maksih gan infonya

    BalasHapus
  6. bener nih ,cuman kadang2 nilai menjadi jalan untuk kelancaran cari kerja wkkw

    BalasHapus
  7. mantab gan isinya, ane juga setuju. banyak bet ortu yg terobsesi dengan nilai anak disekolah, padahal nilai bagus kan blm tentu hasil dia sendiri. yg penting mah apa yg dia bisa pelajari disekolah. nicepost@!

    BalasHapus
  8. pemikiran orang tua jaman dulu harusnya sudah dirubah, kalo orang jawa bilang orang tua 'kolot' :D

    BalasHapus
  9. Saya sbagai seorang guru (walaupun masih guru honor ^_^) lebih suka melihat dari progress dan cara, walaupun masih ada yg kurang atau salah, usaha yg saya nilai lebih, bukan hanya benar salah jawab ulangan...
    Dan alhamdulillah, sy blm pernah kasih ulangan, tapi project dan praktek :)
    Dan kebetulan sy adalah guru desain grafis di smk, sy lbh sering memasukkan nilai2 agama dan sosial di combine dgn desain grafis

    BalasHapus
  10. Setuju mastah yang paling penting menurut aku usaha dengan kemampuannya sendiri..nice artikel

    BalasHapus
  11. yang penting usaha sendiri gan lebih puas apapun hasilnya

    BalasHapus
  12. yang penting naik kelas..
    hehe

    BalasHapus
  13. Benar sekali gan saya sangat setuju, nilai bukan penentu kesuksesan, nilai sekarang mah bisa di rekayasa hahah

    BalasHapus
  14. nilai sama saya gak gitu berpengaruh, tapi yang saya lihat progress...
    perkembangan dia dari nilai hancur-nilai bagus.
    memang sedikit yang mau melihat tapi proses itu sangat nikmat.

    *itu alasan saya dan teman saya dengan nilai yang buruk :D*

    BalasHapus
  15. lebih bagus lagi peringkat 1 dengan nilai yg bersih.. tapi kyanya jarang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya peringkat satu mah emang worth it, biasanya yang agak ke bawah lagi.

      Hapus
  16. Nilai bukan prioritas, tapi nilai hidup dr belajar itu yg prioritas. Seberapa kuat hasil belajar kita mjd katakter

    BalasHapus
  17. jangan menunda, jika masih ada kesempatan memperbaiki, perbaikilah.

    BalasHapus
  18. Tapi yang rangking 1 di kelas ane dia bisa banyak mata pelajaran.

    BalasHapus
  19. Betul gan karena kadang ada orang yang nilai bagus saat di sekolah tapi pas terjun ke lapangan tidak bisa apa apa

    BalasHapus
  20. terlalu fokus buat cepet lulus_ belajar pas mepet ujian dan alhasil nilai jeblok. waktu deleksi kerja nilai nem harus diatas 8 nah,

    BalasHapus
  21. Untung gw ga pernah dapet rangking :v

    BalasHapus
  22. yang terpenting adalah prosesnya. kareana proses lebih penting daripada hasil.

    BalasHapus
  23. info yg menarik gan, bisa jadi acuan pola pikir

    BalasHapus
  24. kalau saya sih prioritas utama ya ,,, paham pas praktek heheheh :D

    BalasHapus
  25. Dalam pandangan saya, sebagai seorang guru.

    Nilai itu penting karena bagus buat motivasi.

    Praktek dan latihan juga sangat mendukung.

    Banyak ilmu tanpa diasah maka bisa terjadi lupa.

    BalasHapus

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html

Copyright © Anas Arif | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑